Thursday, July 10, 2025

Berapa Lama Powerbank 4000mAh Bisa Menyalakan CCTV?

Saya memiliki sebuah CCTV kecil murah, seharga 100ribuan, bekerja pada tegangan 5Vt. Ini adalah CCTV dengan watt rendah. Saya cek dengan USB Doctor, saat starting alias mau nyala menarik arus sekitar 0,5A dan kalau sudah iddle cuma 0,1A dalam siang, alias cahaya bagus. Kalau dalam malam tanpa lampu alias gelap, dia akan menarik arus 0,2A karena dia menghidupkan mode infrarednya saat gelap. Artinya, kalau kita simple-kan, siang berdaya 0,5W dan malam berdaya 1W. Iritkan!?

Untuk menyuplai listriknya, saya berencana mengujinya dngan menggunakan powerbank (PB) berkapasitas 4000 mAh. 4000mAh ini bukan daya outputnya ya. Jadi yang saya maksud 4000mAh ini adalah daya inputnya. Karena PB ini berisi dua baterai lithium 2000mAh. Yang jadi pertanyaan,  berapa lama powerbank tersebut mampu menyalakan CCTV saya? Berikut ini saya uraikan dua kemungkinan skenario, yakni CCTV 1W dan 05W.

Kondisi 1W (malam, infrared nyala)
Baterai 3,7V x 4000mAH    = 14,8Wh
Baterai perlu dinaikkan ke 5v maka perlu menguranginya dengan faktor efisiensi, anggap 80% maka
14,8Wh x 80 % efisiensi    = 11,8Wh
Jadi selanjutnya tinggal menghitung durasinya yakni
11,8Wh / 1W        = 11,8 jam
Jadi perkiraan bisa nyala 11 sampai 12 jam


Kondisi 0,5W (siang, infrared mati)
Di atas kita sudah tahu Wh PB setelah di-stepup (tegangan 5V PB) adalah 11,8Wh, maka:
11,8Wh / 0,5W        = 23,6 jam
Atau kita perkirakan bisa 23 sampai 24 jam nyala

Dan ternyata perhitungan di atas cocok dengan saya uji. Waktu itu saya menyalakan CCTV waktu maghrib, yakni jam 18.00 WIB, namun disini kondisi lampu rumah sedang menyala. Lalu saya biarkan, ternyata saat saya sudah bangun pagi dan beraktivitas kemudian memperhatikannya, CCTV tersebut mati di kisaran jam 08.00 atau 09.00 WIB. Matinya kurang tepat kapan, karena saya pas tidak terlalu memperhatikan. Namun disini, kenapa bisa nyala sampai 14 jam lebih? Karena pas awal nyala di tidak menghidupkan mode infrared. baru kisaran jam 20.00 saya matikan lampu yang kemudian menyalakan mode infrared

Jadi kesimpulannya, ternyata PB berisi baterai 4000mah bisa menyalakan CCTV selama 12 jam untuk mode malam, dan bisa nyala sampai 24 jam kalau sedang tidak dalam mode infrared. Tentu ini juga dipengaruhi oleh efisiensi step up-nya ya.

Monday, July 7, 2025

Menakar Energi Ke Power Bank Berisi Litium 18650 2000mAh x 2

Sebenarnya aku penasaran, berapa energi yang dibutuhkan oleh power bankku setelah tiap kali kupakai kutaruh meja? Angka-angka mAh yang tertulis di dus Power Bank kadang adalah klaim palsu. Maka, seperti biasa, rasa ingin tahuku mendorongku melakukan percobaan kecil di meja kerjaku, berteman komputer sambil mengedit suatu naskah dan tanpa kopi, karena anggota dalam tubuhku seperti ada yang sakit.

Skemanya sederhana saja: charger 5 volt → USB watt meter → power bank. Begitu colok, layar mungil watt meter langsung menampilkan, ada tegangan 5,1 V, arus naik turun mengikuti fase CC-CV, dan mAh yang bertambah perlahan.

Supaya data lebih jujur, power bank kusiksa dulu yang dengan kuhabiskan dayanya menyalakan CCTV hingga lampu infra merahnya padam. Baru setelah itu aku isi ulang Power Bank.

Di sela mengetik, pikiranku melayang ke konsep dasar: mAh hanyalah hasil perkalian arus rata-rata dengan waktu. Ia tak peduli apakah sel di dalam power bank itu terisi baterai sehat atau tidak, tapi seingatku baterai di dalamnya adalah lithium ion 3,7 V 1860 yang percell-nya adalah berkapasitas 2.000mAh. Sudah pernah aku tes dengan litokalla. Watt meter ini mencatat arus yang mengalir dari charger hingga sel penuh di 4,2v.

Hasilnya adalah hitungan akhir terpampang di Wattmeter adalah 4.253 mAh. Ini tentu nilai dari hasil konversi, dan efisiensi dan ditambah energi yang hilang atau rugi-rugi daya kerena menghitung dari sisi input charger 5v. Jadi, menguji energi masuk ke power bank bukan sekadar hobi, ia mengajarkan disiplin data, kesadaran efisiensi, dan kemampuan menakar harapan.


Saturday, July 5, 2025

Baca Pengetahuan tanpa Iklan

Melalui Blog ini, saya ingin membuat rangkuman pengetahuan yang saya susun sesuai passion saya, dan agar pembaca membaca tanpa terganggu iklan. Bedakan kalau Anda membaca informasi di koran online yang penuh jejalan iklan!

Friday, July 4, 2025

Powerbank Mini Tenaga Surya


Powerbank adalah perangkat supply energi tersimpan dalam baterai yang berfungsi untuk mencharge/ mengisi ulang handphone atau pertangkat DV 5 volt. Powerbank bersifat portable alias mudah dipindah karena menggunakan baterai di dalamnya.

Umumnya power bank keninian menggunakan baterai lithium, baik li-ion ataupun li-polymer atau jenis baterai lainnya.Ada juga PB yang menggunakan bateri 1,5 sebagai sumber energinya.

Baik, kali ini kita akan menggabungkan fungsi power bank dengan charger power bank menggunalan solar panel cell alias bertenaga baterai.

Secara ringkas, kita akan memakai PV singkatan dari Photovoltaik alias solar cell 1 WP saja, alias 1 watt peak. Bisa memakai yang versi 6v ataupun yang versi 5v. Untuk PV 1WP idealnya cukup dengan baterai 1000 mAH alias 1 AH.

Apa saja yang perlu disiapkan? Ini dia kawan!
Bahan
1. modul 3in1 modul power bank
2. baterai lithium 18650 1000 mAH, atau terserah
3. kabel 3 meter
4. dioda schottky (baca: dioda sotki)
5. Holder baterai, optional, bisa dieliminasi
Alat
1. Cutter
2. Solder

Adapun caranya, kawanku bisa menyimak link video ini ya...
https://youtube.com/shorts/nylc7euntxo

Jangan Memparalel Aki bila....


Pertanyaan ini sangat penting, dan jawabannya adalah: ya!

Memparalel aki dalam sistem panel surya tidak direkomendasikan secara sembarangan. Tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali, hanya saja, harus dilakukan dengan prinsip dan hati-hati. Kenapa demikian? Berikut penjelasannya.

Dalam sistem tenaga surya, penggunaan beberapa aki sering menjadi solusi untuk memperbesar kapasitas penyimpanan energi. Salah satu metode yang umum adalah menyusun aki secara paralel, yaitu menyatukan kutub positif dengan positif, dan negatif dengan negatif. Tujuannya adalah agar total kapasitas (Ah) bertambah tanpa mengubah tegangan sistem. Misalnya, dua aki 12V 100Ah akan menghasilkan sistem 12V 200Ah jika diparalelkan. Meski terlihat sederhana, teknik ini tidak sepenuhnya aman atau direkomendasikan jika tidak dilakukan dengan benar.

Masalah utama dari pemparalelan aki adalah ketidakseimbangan internal antar aki. Dua aki dengan usia berbeda, kapasitas berbeda, atau tingkat kesehatan (SoH) yang berbeda bisa menyebabkan arus mengalir dari satu aki ke aki yang lain. Aki yang lebih “lemah” akan lebih cepat penuh atau cepat  kosong, dan bisa cepat rusak. Bahkan dalam kondisi aki baru, jika beda tegangan awalnya saja berbeda (misal satu 12,5V dan satu 12,8V), maka akan terjadi arus silang (equalizing current) yang merugikan. Ini bisa menyebabkan overcharge pada satu aki dan undercharge pada yang lain, hal ini disebabkan oleh resistensi internal aki.

Selain itu, saat proses pengisian oleh panel surya, arus pengisian bisa tidak terbagi rata. Aki yang lebih sehat bisa menerima arus lebih besar, sementara yang lain terisi lambat. Begitu juga saat discharge, pembagian beban tidak merata. Akibatnya, umur pakai tiap aki menjadi tidak seragam. Sistem seperti ini rentan mengalami penurunan efisiensi dan gangguan dini, terutama kalau tidak ada alat pengatur atau pemantau individual pada masing-masing aki.

Namun, bukan berarti paralel aki tidak boleh dilakukan sama sekali. Jika benar-benar dibutuhkan, aki yang digunakan harus identik yakni tegangan sama, kapasitas sama, merek dan tipe sama, bahkan sebaiknya diproduksi dalam batch (kelompok/tanggal produksi) yang sama. Selain itu, perlu penambahan balancer (battery balancer) atau sistem BMS (battery management system) untuk memantau dan mengatur keseimbangan antar aki. Beberapa teknisi juga merekomendasikan penggunaan sekering atau dioda proteksi untuk mencegah arus balik antar aki.

Kesimpulannya, pemparalelan aki dalam sistem panel surya sebaiknya dihindari jika tidak benar-benar paham risikonya. Jika tetap dilakukan, harus memenuhi syarat teknis ketat untuk menjamin kestabilan dan umur panjang aki. Alternatif yang lebih aman adalah menggunakan satu aki berkapasitas besar atau menggunakan sistem modular dengan pengaturan terpisah.

Dalam dunia energi terbarukan, stabilitas dan efisiensi lebih penting daripada sekadar menambah kapasitas. Sekian, terima kasih. Semoga bermanfaat!