Tuesday, November 26, 2019
Wednesday, January 16, 2019
Dokumen/File Akte/Akta Sporadik Tanah
Download
atau link di bawah ini
https://docs.google.com/document/d/1X-BuO43gVmqu19LnDwjh11o5hSxhQE45BWvFWuydG7k/edit?usp=sharing
Baterai Lithium-Ion 3,7V: Kecil-Kecil Bertenaga Besar, Bro !
Di balik bentuknya yang mungil, baterai lithium-ion 3,7 volt menyimpan daya yang mampu menghidupkan berbagai perangkat elektronik modern. Mulai dari smartphone, kamera, senter, mainan, hingga alat-alat praktik STEM DIY, semuanya bergantung pada baterai jenis ini untuk mendapatkan energi yang efisien dan tahan lama.
Baterai lithium-ion 3,7V kini menjadi primadona dalam dunia kelistrikan portabel. Tegangan nominal 3,7 volt ini berasal dari reaksi kimia antara elektroda positif (biasanya lithium cobalt oxide) dan elektroda negatif (grafit), serta elektrolit cair sebagai media perpindahan ion.
Kelebihan-kelebihan Baterai Li-On yang perlu kamu tahu!
- Tegangan Tinggi dan Stabil. Satu sel baterai ini bisa menghasilkan tegangan 3,7V, jauh lebih tinggi dibanding baterai NiMH atau alkaline biasa yang hanya 1,2–1,5V. Ini artinya, lebih sedikit sel dibutuhkan untuk mencapai tegangan kerja tertentu
- Kapasitas Besar dalam Ukuran Kecil. Baterai ini mampu menyimpan energi dalam jumlah besar dalam ukuran yang ringkas. Cocok untuk perangkat mini dan proyek STEM hemat ruang.
- Dapat Diisi Ulang Ratusan Kali.Dengan manajemen pengisian yang baik, baterai lithium-ion bisa diisi ulang 300–500 kali, membuatnya jauh lebih hemat daripada baterai sekali pakai. Istiliha umumnya adalah siklus.
- Ringan dan Efisien.Bobotnya ringan, sangat ideal untuk alat portabel. Efisiensi energinya juga tinggi karena tidak banyak energi terbuang dalam bentuk panas.
Kekurangan Baterai Lithium-Ion 3,7V
- Tidak Tahan Panas dan Overcharg. Baterai ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan kelebihan tegangan. Jika tidak dilindungi oleh rangkaian BMS (Battery Management System), bisa menggelembung atau bahkan meledak.
- Harga Lebih Mahal.Dibanding baterai isi ulang biasa (NiMH), harga baterai lithium-ion relatif lebih mahal. Namun ini sebanding dengan performa yang ditawarkan.
- Perlu Charger Khusus. Tidak semua charger bisa digunakan untuk baterai lithium-ion. Perlu charger yang mampu menghentikan pengisian di tegangan maksimum (biasanya 4,2V per sel).
Baterai lithium-ion 3,7V adalah sumber energi portabel yang sangat cocok untuk proyek STEM, perangkat elektronik, dan inovasi DIY. Ringan, bertenaga, dan awet — namun tetap perlu diperlakukan dengan hati-hati agar aman dan tahan lama.
Dalam dunia edukasi, baterai ini bisa menjadi bahan pembelajaran menarik, mengajarkan siswa tentang energi, efisiensi, dan keselamatan teknologi. Kunjungi paket baterai kami di www.shopee.co.id/toko_plus
Sumber Energi Kecil yang Menggerakkan Dunia: Baterai!
Dalam kehidupan sehari-hari, baterai hadir di mana-mana. Di dalam jam dinding, remote TV, mainan anak, hingga mobil listrik. Meski bentuknya kecil dan sering terlupakan, baterai menyimpan energi yang mampu menghidupkan banyak hal. Namun, tahukah kita bahwa baterai ternyata memiliki banyak jenis, dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda?
1. Baterai Primer.
Sekali pakai, Langsung buang. Jenis baterai ini hanya bisa digunakan sekali. Setelah dayanya habis, baterai tidak bisa diisi ulang. Kita biasa menemukannya dalam bentuk baterai AA, AAA, atau baterai kotak 9V.
Yang paling umum digunakan adalah baterai alkaline, karena harganya terjangkau dan daya tahannya cukup lama. Di sisi lain, ada juga baterai lithium primer, yang sering digunakan dalam jam tangan atau alat medis karena lebih awet.
Meski praktis, baterai primer punya sisi boros dan kurang ramah lingkungan. Maka tak heran jika tren mulai bergeser ke baterai isi ulang.
2. Baterai Sekunder
Bisa diisi ulang berkali-kali. Baterai jenis ini bisa dicas ulang menggunakan charger. Salah satu contohnya adalah baterai NiMH (Nickel-Metal Hydride), yang banyak digunakan di kamera, alat cukur, atau mainan elektrik.
Namun yang paling populer saat ini adalah baterai lithium-ion, seperti yang ada di smartphone, laptop, dan sepeda listrik. Baterai ini ringan, tahan lama, dan punya kapasitas besar.
Untuk proyek STEM, jenis baterai isi ulang sangat penting karena bisa dipakai berkali-kali dan mendukung eksperimen berulang. Sayangnya, baterai isi ulang juga perlu pengawasan ekstra, terutama lithium-ion, karena sensitif terhadap panas dan overcharge.
3. Baterai Khusus
Untuk kendaraan dan sistem Besar. Adalah baterai yang dirancang untuk beban besar, seperti baterai timbal-asam (lead-acid) yang digunakan pada aki mobil dan sistem tenaga surya. Meski berat dan kuno, baterai ini masih digunakan karena murah dan tahan banting.
Kini mulai bermunculan baterai LiFePO4, yang dianggap lebih aman, tahan lama, dan cocok untuk sistem energi terbarukan.
Setiap jenis baterai punya kelebihan dan kekurangannya. Tidak semua cocok untuk setiap alat. Maka penting bagi pengguna, pelajar, maupun penggiat STEM untuk memahami karakteristik dasar tiap baterai, baik dari sisi daya, ukuran, isi ulang, hingga keamanannya.
Kalau ingin mencoba eksperimen kelistrikan atau alat STEM dengan berbagai jenis baterai, kunjungi toko kami di: shopee.co.id/toko_plus
-
Biar aman. Kalau yang empunya nyari, jadi saya gak kesulitan buat lagii.
-
Distro PC Linux OS, terancang dari Mandriva Apa arti oprek. Oprek belum memiliki pengertian yang jelas. Namun, oprek dapat dimaknai 1) ...


