Monday, July 7, 2025

Menakar Energi Ke Power Bank Berisi Litium 18650 2000mAh x 2

Sebenarnya aku penasaran, berapa energi yang dibutuhkan oleh power bankku setelah tiap kali kupakai kutaruh meja? Angka-angka mAh yang tertulis di dus Power Bank kadang adalah klaim palsu. Maka, seperti biasa, rasa ingin tahuku mendorongku melakukan percobaan kecil di meja kerjaku, berteman komputer sambil mengedit suatu naskah dan tanpa kopi, karena anggota dalam tubuhku seperti ada yang sakit.

Skemanya sederhana saja: charger 5 volt → USB watt meter → power bank. Begitu colok, layar mungil watt meter langsung menampilkan, ada tegangan 5,1 V, arus naik turun mengikuti fase CC-CV, dan mAh yang bertambah perlahan.

Supaya data lebih jujur, power bank kusiksa dulu yang dengan kuhabiskan dayanya menyalakan CCTV hingga lampu infra merahnya padam. Baru setelah itu aku isi ulang Power Bank.

Di sela mengetik, pikiranku melayang ke konsep dasar: mAh hanyalah hasil perkalian arus rata-rata dengan waktu. Ia tak peduli apakah sel di dalam power bank itu terisi baterai sehat atau tidak, tapi seingatku baterai di dalamnya adalah lithium ion 3,7 V 1860 yang percell-nya adalah berkapasitas 2.000mAh. Sudah pernah aku tes dengan litokalla. Watt meter ini mencatat arus yang mengalir dari charger hingga sel penuh di 4,2v.

Hasilnya adalah hitungan akhir terpampang di Wattmeter adalah 4.253 mAh. Ini tentu nilai dari hasil konversi, dan efisiensi dan ditambah energi yang hilang atau rugi-rugi daya kerena menghitung dari sisi input charger 5v. Jadi, menguji energi masuk ke power bank bukan sekadar hobi, ia mengajarkan disiplin data, kesadaran efisiensi, dan kemampuan menakar harapan.


No comments:

Post a Comment