Dalam kehidupan sehari-hari, baterai hadir di mana-mana. Di dalam jam dinding, remote TV, mainan anak, hingga mobil listrik. Meski bentuknya kecil dan sering terlupakan, baterai menyimpan energi yang mampu menghidupkan banyak hal. Namun, tahukah kita bahwa baterai ternyata memiliki banyak jenis, dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda?
1. Baterai Primer.
Sekali pakai, Langsung buang. Jenis baterai ini hanya bisa digunakan sekali. Setelah dayanya habis, baterai tidak bisa diisi ulang. Kita biasa menemukannya dalam bentuk baterai AA, AAA, atau baterai kotak 9V.
Yang paling umum digunakan adalah baterai alkaline, karena harganya terjangkau dan daya tahannya cukup lama. Di sisi lain, ada juga baterai lithium primer, yang sering digunakan dalam jam tangan atau alat medis karena lebih awet.
Meski praktis, baterai primer punya sisi boros dan kurang ramah lingkungan. Maka tak heran jika tren mulai bergeser ke baterai isi ulang.
2. Baterai Sekunder
Bisa diisi ulang berkali-kali. Baterai jenis ini bisa dicas ulang menggunakan charger. Salah satu contohnya adalah baterai NiMH (Nickel-Metal Hydride), yang banyak digunakan di kamera, alat cukur, atau mainan elektrik.
Namun yang paling populer saat ini adalah baterai lithium-ion, seperti yang ada di smartphone, laptop, dan sepeda listrik. Baterai ini ringan, tahan lama, dan punya kapasitas besar.
Untuk proyek STEM, jenis baterai isi ulang sangat penting karena bisa dipakai berkali-kali dan mendukung eksperimen berulang. Sayangnya, baterai isi ulang juga perlu pengawasan ekstra, terutama lithium-ion, karena sensitif terhadap panas dan overcharge.
3. Baterai Khusus
Untuk kendaraan dan sistem Besar. Adalah baterai yang dirancang untuk beban besar, seperti baterai timbal-asam (lead-acid) yang digunakan pada aki mobil dan sistem tenaga surya. Meski berat dan kuno, baterai ini masih digunakan karena murah dan tahan banting.
Kini mulai bermunculan baterai LiFePO4, yang dianggap lebih aman, tahan lama, dan cocok untuk sistem energi terbarukan.
Setiap jenis baterai punya kelebihan dan kekurangannya. Tidak semua cocok untuk setiap alat. Maka penting bagi pengguna, pelajar, maupun penggiat STEM untuk memahami karakteristik dasar tiap baterai, baik dari sisi daya, ukuran, isi ulang, hingga keamanannya.
Kalau ingin mencoba eksperimen kelistrikan atau alat STEM dengan berbagai jenis baterai, kunjungi toko kami di: shopee.co.id/toko_plus

No comments:
Post a Comment