Thursday, July 10, 2025

Berapa Lama Powerbank 4000mAh Bisa Menyalakan CCTV?

Saya memiliki sebuah CCTV kecil murah, seharga 100ribuan, bekerja pada tegangan 5Vt. Ini adalah CCTV dengan watt rendah. Saya cek dengan USB Doctor, saat starting alias mau nyala menarik arus sekitar 0,5A dan kalau sudah iddle cuma 0,1A dalam siang, alias cahaya bagus. Kalau dalam malam tanpa lampu alias gelap, dia akan menarik arus 0,2A karena dia menghidupkan mode infrarednya saat gelap. Artinya, kalau kita simple-kan, siang berdaya 0,5W dan malam berdaya 1W. Iritkan!?

Untuk menyuplai listriknya, saya berencana mengujinya dngan menggunakan powerbank (PB) berkapasitas 4000 mAh. 4000mAh ini bukan daya outputnya ya. Jadi yang saya maksud 4000mAh ini adalah daya inputnya. Karena PB ini berisi dua baterai lithium 2000mAh. Yang jadi pertanyaan,  berapa lama powerbank tersebut mampu menyalakan CCTV saya? Berikut ini saya uraikan dua kemungkinan skenario, yakni CCTV 1W dan 05W.

Kondisi 1W (malam, infrared nyala)
Baterai 3,7V x 4000mAH    = 14,8Wh
Baterai perlu dinaikkan ke 5v maka perlu menguranginya dengan faktor efisiensi, anggap 80% maka
14,8Wh x 80 % efisiensi    = 11,8Wh
Jadi selanjutnya tinggal menghitung durasinya yakni
11,8Wh / 1W        = 11,8 jam
Jadi perkiraan bisa nyala 11 sampai 12 jam


Kondisi 0,5W (siang, infrared mati)
Di atas kita sudah tahu Wh PB setelah di-stepup (tegangan 5V PB) adalah 11,8Wh, maka:
11,8Wh / 0,5W        = 23,6 jam
Atau kita perkirakan bisa 23 sampai 24 jam nyala

Dan ternyata perhitungan di atas cocok dengan saya uji. Waktu itu saya menyalakan CCTV waktu maghrib, yakni jam 18.00 WIB, namun disini kondisi lampu rumah sedang menyala. Lalu saya biarkan, ternyata saat saya sudah bangun pagi dan beraktivitas kemudian memperhatikannya, CCTV tersebut mati di kisaran jam 08.00 atau 09.00 WIB. Matinya kurang tepat kapan, karena saya pas tidak terlalu memperhatikan. Namun disini, kenapa bisa nyala sampai 14 jam lebih? Karena pas awal nyala di tidak menghidupkan mode infrared. baru kisaran jam 20.00 saya matikan lampu yang kemudian menyalakan mode infrared

Jadi kesimpulannya, ternyata PB berisi baterai 4000mah bisa menyalakan CCTV selama 12 jam untuk mode malam, dan bisa nyala sampai 24 jam kalau sedang tidak dalam mode infrared. Tentu ini juga dipengaruhi oleh efisiensi step up-nya ya.

Monday, July 7, 2025

Menakar Energi Ke Power Bank Berisi Litium 18650 2000mAh x 2

Sebenarnya aku penasaran, berapa energi yang dibutuhkan oleh power bankku setelah tiap kali kupakai kutaruh meja? Angka-angka mAh yang tertulis di dus Power Bank kadang adalah klaim palsu. Maka, seperti biasa, rasa ingin tahuku mendorongku melakukan percobaan kecil di meja kerjaku, berteman komputer sambil mengedit suatu naskah dan tanpa kopi, karena anggota dalam tubuhku seperti ada yang sakit.

Skemanya sederhana saja: charger 5 volt → USB watt meter → power bank. Begitu colok, layar mungil watt meter langsung menampilkan, ada tegangan 5,1 V, arus naik turun mengikuti fase CC-CV, dan mAh yang bertambah perlahan.

Supaya data lebih jujur, power bank kusiksa dulu yang dengan kuhabiskan dayanya menyalakan CCTV hingga lampu infra merahnya padam. Baru setelah itu aku isi ulang Power Bank.

Di sela mengetik, pikiranku melayang ke konsep dasar: mAh hanyalah hasil perkalian arus rata-rata dengan waktu. Ia tak peduli apakah sel di dalam power bank itu terisi baterai sehat atau tidak, tapi seingatku baterai di dalamnya adalah lithium ion 3,7 V 1860 yang percell-nya adalah berkapasitas 2.000mAh. Sudah pernah aku tes dengan litokalla. Watt meter ini mencatat arus yang mengalir dari charger hingga sel penuh di 4,2v.

Hasilnya adalah hitungan akhir terpampang di Wattmeter adalah 4.253 mAh. Ini tentu nilai dari hasil konversi, dan efisiensi dan ditambah energi yang hilang atau rugi-rugi daya kerena menghitung dari sisi input charger 5v. Jadi, menguji energi masuk ke power bank bukan sekadar hobi, ia mengajarkan disiplin data, kesadaran efisiensi, dan kemampuan menakar harapan.


Saturday, July 5, 2025

Baca Pengetahuan tanpa Iklan

Melalui Blog ini, saya ingin membuat rangkuman pengetahuan yang saya susun sesuai passion saya, dan agar pembaca membaca tanpa terganggu iklan. Bedakan kalau Anda membaca informasi di koran online yang penuh jejalan iklan!

Friday, July 4, 2025

Powerbank Mini Tenaga Surya


Powerbank adalah perangkat supply energi tersimpan dalam baterai yang berfungsi untuk mencharge/ mengisi ulang handphone atau pertangkat DV 5 volt. Powerbank bersifat portable alias mudah dipindah karena menggunakan baterai di dalamnya.

Umumnya power bank keninian menggunakan baterai lithium, baik li-ion ataupun li-polymer atau jenis baterai lainnya.Ada juga PB yang menggunakan bateri 1,5 sebagai sumber energinya.

Baik, kali ini kita akan menggabungkan fungsi power bank dengan charger power bank menggunalan solar panel cell alias bertenaga baterai.

Secara ringkas, kita akan memakai PV singkatan dari Photovoltaik alias solar cell 1 WP saja, alias 1 watt peak. Bisa memakai yang versi 6v ataupun yang versi 5v. Untuk PV 1WP idealnya cukup dengan baterai 1000 mAH alias 1 AH.

Apa saja yang perlu disiapkan? Ini dia kawan!
Bahan
1. modul 3in1 modul power bank
2. baterai lithium 18650 1000 mAH, atau terserah
3. kabel 3 meter
4. dioda schottky (baca: dioda sotki)
5. Holder baterai, optional, bisa dieliminasi
Alat
1. Cutter
2. Solder

Adapun caranya, kawanku bisa menyimak link video ini ya...
https://youtube.com/shorts/nylc7euntxo

Jangan Memparalel Aki bila....


Pertanyaan ini sangat penting, dan jawabannya adalah: ya!

Memparalel aki dalam sistem panel surya tidak direkomendasikan secara sembarangan. Tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali, hanya saja, harus dilakukan dengan prinsip dan hati-hati. Kenapa demikian? Berikut penjelasannya.

Dalam sistem tenaga surya, penggunaan beberapa aki sering menjadi solusi untuk memperbesar kapasitas penyimpanan energi. Salah satu metode yang umum adalah menyusun aki secara paralel, yaitu menyatukan kutub positif dengan positif, dan negatif dengan negatif. Tujuannya adalah agar total kapasitas (Ah) bertambah tanpa mengubah tegangan sistem. Misalnya, dua aki 12V 100Ah akan menghasilkan sistem 12V 200Ah jika diparalelkan. Meski terlihat sederhana, teknik ini tidak sepenuhnya aman atau direkomendasikan jika tidak dilakukan dengan benar.

Masalah utama dari pemparalelan aki adalah ketidakseimbangan internal antar aki. Dua aki dengan usia berbeda, kapasitas berbeda, atau tingkat kesehatan (SoH) yang berbeda bisa menyebabkan arus mengalir dari satu aki ke aki yang lain. Aki yang lebih “lemah” akan lebih cepat penuh atau cepat  kosong, dan bisa cepat rusak. Bahkan dalam kondisi aki baru, jika beda tegangan awalnya saja berbeda (misal satu 12,5V dan satu 12,8V), maka akan terjadi arus silang (equalizing current) yang merugikan. Ini bisa menyebabkan overcharge pada satu aki dan undercharge pada yang lain, hal ini disebabkan oleh resistensi internal aki.

Selain itu, saat proses pengisian oleh panel surya, arus pengisian bisa tidak terbagi rata. Aki yang lebih sehat bisa menerima arus lebih besar, sementara yang lain terisi lambat. Begitu juga saat discharge, pembagian beban tidak merata. Akibatnya, umur pakai tiap aki menjadi tidak seragam. Sistem seperti ini rentan mengalami penurunan efisiensi dan gangguan dini, terutama kalau tidak ada alat pengatur atau pemantau individual pada masing-masing aki.

Namun, bukan berarti paralel aki tidak boleh dilakukan sama sekali. Jika benar-benar dibutuhkan, aki yang digunakan harus identik yakni tegangan sama, kapasitas sama, merek dan tipe sama, bahkan sebaiknya diproduksi dalam batch (kelompok/tanggal produksi) yang sama. Selain itu, perlu penambahan balancer (battery balancer) atau sistem BMS (battery management system) untuk memantau dan mengatur keseimbangan antar aki. Beberapa teknisi juga merekomendasikan penggunaan sekering atau dioda proteksi untuk mencegah arus balik antar aki.

Kesimpulannya, pemparalelan aki dalam sistem panel surya sebaiknya dihindari jika tidak benar-benar paham risikonya. Jika tetap dilakukan, harus memenuhi syarat teknis ketat untuk menjamin kestabilan dan umur panjang aki. Alternatif yang lebih aman adalah menggunakan satu aki berkapasitas besar atau menggunakan sistem modular dengan pengaturan terpisah.

Dalam dunia energi terbarukan, stabilitas dan efisiensi lebih penting daripada sekadar menambah kapasitas. Sekian, terima kasih. Semoga bermanfaat!

9 Ahamdulillah di Pagi Hari

1. alhamdulillah, bersyukur masih bisa bangun
2. alhamudlillah, bisa solat dan dzikir (meditasi)
3. alhamdulillah, bisa berdoa (afirmasi positif dan menyusun niat hari ini)
4. alhamdulillah, bisa mandi dan wudhu (bayangkan peluruh dosa)
5. alhamdulillah, bisa menyapu (bermanfaat untuk orang lain)
6. alhamdulillah, bisa memasak (bermanfaat untuk orang lain)
7. alhamdulillah, bisa makan (mensyukuri makan adalah faktor hidup, yang melibatkan banyak sunnatullah)
8. Alhamdulillah, diberi anak dan istri
9. alhamdulillah, bisa bekerja dan diberi tugas

Bisa Apa dengan Panel Surya 10Wp dan Aki 12Ah

 


Panel surya dengan kapasitas 10 watt-peak (Wp) merupakan panel kecil namun tetap bermanfaat jika dimanfaatkan secara efisien. Panel jenis ini biasa digunakan untuk kebutuhan ringan, seperti penerangan darurat, lampu taman, atau charger perangkat kecil. Agar penggunaannya optimal, panel ini dapat dipasangkan dengan aki sebagai tempat penyimpanan energi, sebab energi matahari hanya tersedia di siang hari, sementara kebanyakan pemakaian terjadi pada malam hari.

Secara teknis, panel surya 10 Wp dapat menghasilkan listrik sekitar 40 watt-jam (Wh) per hari jika terkena sinar matahari efektif selama 4 jam (ini menghitung bila cuaca normal, dan belum menghitung perkiraaan loss energi).

Dalam satuan ampere-jam (Ah) pada sistem 12 volt, energi ini setara dengan sekitar 3,3 Ah (karena 40 Wh / 12 V ≈ 3,3 Ah). Artinya, kita membutuhkan aki kecil yang mampu menyimpan energi setidaknya sebesar itu. Bila kita hanya ingin memakai 30% kapasitas aki (DOD 30%) agar aki bisa lebih awet, maka kapasitas aki yang dibutuhkan minimal adalah sekitar 11 Ah (3,3 Ah / 0,3 = 11 Ah). Maka, aki 12V 12Ah merupakan pilihan ideal dalam sistem kecil ini.

Sekarang, ayo kita simulasikan penggunaannya untuk menyalakan sebuah lampu 5 watt. Jika lampu tersebut dinyalakan selama 1 jam, maka ia mengonsumsi 5 watt-jam. Dengan total energi harian dari panel sekitar 40 watt-jam, maka lampu 5 watt ini dapat menyala hingga 8 jam per hari (40 Wh / 5 W = 8 jam). Namun, kita perlu memperhitungkan efisiensi sistem (kerugian dari regulator, aki, kabel, dll). Jika efisiensi total sistem diperkirakan hanya 75%, maka waktu nyala yang realistis adalah sekitar 6 jam per hari (40Wh/0,7/5W).

Sistem seperti ini cocok untuk keperluan sederhana seperti lampu penerangan malam di ruangan kecil, seperti lorong, teras rumah, kamar mandi di belakang rumah, kandang ternak, atau lainnya.

Jika digunakan hanya dengan lampu 2,5W atau misal dengan lampu 5W tapi kita atur dayanya di 2,5W saja maka bisa nyala 12 jam dengan DOD 30%. Kalau mau di DOD 50% tentu durasi bisa lebih lama namun kurang sehat bagi aki.

Ok, meski kecil, sistem panel surya 10 Wp menjadi contoh konkret bagaimana teknologi energi terbarukan bisa masuk ke kehidupan sehari-hari dengan murah, praktis, dan ramah lingkungan.Gasken!

Tuesday, July 1, 2025

Mengupas 6 Jenis Baterai Lithium‑Ion




Dalam tulisan ini saya akan menjelaskan enam varian baterai lithium‑ion yang banyak digunakan dalam berbagai perangkat, dari gadget sehari‑hari hingga kendaraan listrik. Masing-masing memiliki komposisi dan aplikasi berbeda, sehingga mangkonsumsi kelebihan sekaligus tantangan tersendiri. 


1. LiCoO₂ (Lithium Cobalt Oxide). Merupakan jenis paling umum, banyak digunakan di smartphone dan laptop. Kelebihannya adalah kapasitas energi tinggi dan energi dalam bentuk padat, tetapi menghadapi isu keamanan (panas berlebih) dan biaya cobalt yang naik. 


2. LiMn₂O₄ (Lithium Manganese Oxide). Punya struktur kristal kuat dan lebih stabil dari cobalt, juga lebih murah. Sayangnya, umur siklus lebih pendek dan kapasitasnya menurun seiring pemakaian.

3. LiFePO₄ (Lithium Iron Phosphate). Tahan suhu tinggi, faktor keamanannya kuat dan umur panjang. Tendensi pemadaman sangat kecil—ideal untuk kendaraan listrik skala besar dan penyimpanan energi stasioner. Harganya sedikit lebih mahal dan kapasitas energi per bobot berat cenderung lebih rendah.


4. LiNiMnCoO₂ (NMC). Kombinasi nickel, manganese, dan cobalt menghasilkan efisiensi tinggi dan umur panjang, cocok untuk EV dan alat berat. Kekurangannya: biaya pembuatan kompleks dan terbatasnya pasokan cobalt. 

5. LiNiCoAlO₂ (NCA). Sering digunakan Tesla, NCA menawarkan kapasitas tinggi dan berat ringan, namun butuh sistem manajemen baterai (BMS) yang canggih karena potensi panas yang besar.

6. Li‑Titanate (LTO). Unik karena bisa diisa sangat cepat dan tahan sangat lama—ideal untuk sistem keperluan cepat seperti bus listrik dan DC fast charge. Namun kapasitas per volume kecil dan biaya sangat mahal membuatnya kurang umum untuk penggunaan kecil sehari‑hari.

Sunday, June 23, 2024

Panel Surya dan Jenis-jenisnya



Apa itu Panel Surya?
Panel surya (solar panel) adalah alat yang berfungsi mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik menggunakan prinsip efek fotovoltaik. Panel ini terdiri dari sel-sel surya (solar cell) yang biasanya terbuat dari bahan semikonduktor seperti silikon. Energi listrik dari panel surya bersifat ramah lingkungan, tak terbatas, dan cocok digunakan untuk rumah, sekolah, maupun alat STEM sederhana.

Bagaimana Cara Kerjanya?
Cahaya matahari mengenai permukaan panel >>>Sel surya menangkap foton cahaya >>>Elektron dalam bahan semikonduktor bergerak >>> Terjadi arus listrik (arus searah/DC) >>>Listrik bisa langsung dipakai atau disimpan dalam baterai

Jenis-Jenis Panel Surya
Umumnya Panel Surya cuma ada dua jenis, yakni monokristalin dan polykristanin (lebih umum disingkat Mono dan Poli saja dalam penyebutan. Namun dewasa ini dikembangkan zat tambahan sehingga ada empat jenis, yaitu:

1. Monocrystalline Silicon (Mono-Si). Terbuat dari kristal silikon tunggal. Berwarna hitam pekat. Efisiensi 15–20%, cocok untuk tempat dengan ruang terbatas. Dan harga relatif mahal namun berumur pakai panjang , bisa di atas 25 tahun. Panel ini cocok untuk rumah dan industri kecil.

2. Polycrystalline Silicon (Poly-Si). Terbuat dari banyak kristal silikon. Berwarna biru terang dengan pola ada bercak. Efisiensi antara 13–16%. Panel ini lebih murah dari monocrystalline namun lebih tahan terhadap suhu tinggi. PV ini cocok untuk sekolah, laboratorium, dan proyek hemat biaya

3. Thin Film (Amorphous Silicon / a-Si). Panel ini tipis dan fleksibel, bisa dilengkungkan. Efisiensi antara 7–13%. Berbobot ringan, mudah dipasang, dan murah namun umur lebih pendek dan butuh area luas. PV ini cocok untuk eksperimen, alat edukasi, atau tempat yang tidak bisa pasang panel besar

4. PERC (Passivated Emitter and Rear Cell). Ini adalah panel dengan teknologi tambahan dari panel mono/poly, yakni dengan menambahkan lapisan khusus agar cahaya lebih lama terperangkap. Efisiensi lebih tinggi hingga 23%. Panel ini digunakan di sistem tenaga surya modern alias dalam skala besar.

Baik, sebagai penutup. Panel surya bukan hanya alat pembangkit listrik, tapi juga media edukatif yang sangat efektif untuk mengenalkan konsep energi terbarukan. Cocok untuk siswa, guru, dan penggiat STEM yang ingin praktik langsung. Yang ingin mencoba dan belajar, kunjungi toko kami di: shopee.co.id/toko_plus


Dioda Blocking dan Dioda Bypass dalam Panel Surya





Apa Itu Dioda?

Dalam sistem panel surya, dioda adalah komponen kecil namun sangat penting. Dioda merupakan semikonduktor yang bersifat satu arah. Digunakan untuk mengatur aliran arus listrik, menjaga efisiensi kerja panel, dan melindungi sistem dari kerusakan. Dua jenis dioda yang umum digunakan dalam sistem seri paralel panel surya adalah dioda blocking dan dioda bypass.

Apa Fungsi Dioda Blocking?

Dioda blocking berfungsi mencegah arus listrik dari baterai mengalir balik ke panel surya, terutama saat malam hari atau saat tidak ada cahaya matahari. Arus balik ini bisa menyebabkan energi dalam baterai habis dan bahkan bisa merusak sel panel surya itu sendiri. 

Posisi pemasangan dioda blocking biasanya berada antara panel surya dan baterai, sehingga arus hanya mengalir satu arah: dari panel ke baterai. Dengan adanya dioda blocking maka:
- Energi tidak terbuang saat malam
- Panel dan baterai lebih awet
- Sistem jadi lebih aman


Apa Fungsi Dioda Bypass?

Dioda bypass berfungsi untuk melewatkan (bypass) bagian panel surya yang tertutup bayangan atau rusak sebagian. Bayangan kecil seperti dari daun, kotoran, atau bagian atap bisa membuat satu bagian sel panel tidak bekerja maksimal.

Tanpa dioda bypass, satu bagian yang tertutup bisa menghambat seluruh aliran listrik panel. Tapi dengan dioda bypass, arus listrik tetap bisa mengalir lewat jalur alternatif. 

Dioda ini dipasang di paralel dengan beberapa grup sel dalam panel. Dengan adanya dioda bypass maka:
- Panel tetap bisa menghasilkan listrik walau sebagian tertutup
- Tidak ada bagian panel yang panas berlebihan
- Sistem lebih efisien meski cuaca tidak ideal
 

Kesimpulan:

🔹 Dioda blocking melindungi panel dan baterai dari arus balik.
🔹 Dioda bypass menjaga arus tetap mengalir meski ada bayangan atau kerusakan sebagian.
🔹 Keduanya bekerja otomatis dan sangat penting dalam sistem tenaga surya kecil maupun besar.

Untuk belajar langsung tentang rangkaian panel surya dan dioda, kunjungi toko kami di Shopee:
📦 shopee.co.id/toko_plus Kami menyediakan alat praktik STEM yang cocok untuk pelajar dan penggiat eksperimen!

Wednesday, June 19, 2024

Festival Sains Banyuwangi 2024

 Banyuwangi pernah menggelar acara Festival Sains Entrepreneur. Festival ini merupakan festival yang menampilkan atau memamerkan karya-karya produk sains dari para siswa dan guru jenjang SMPpada tahun 2022. Lalu pada tahun 2023 absen. Apakah tahun 2024 akan absen juga?

Dulu kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Banyuwangi serta Wakilnya dan para pejabat daerah, yang nanti gimana, kita tidak tahu. Apakah akan diseponsori pemerintah? Atau patungan guru atau sponsor? Duluu bisa diselenggarakan di Gedung Juang ‘45, Banyuwangi pada hari Senin, 23  Mei 2022.

Kegiatan Festival Sains Entrepreneur ini sendiri memamerkan banyak sekali produk hasil karya siswa dan guru dari berbagai sub tema, seperti dari Energi, Bioteknologi, Fenomena Alam, Lingkungan, Tekanan, Listrik, dan buku karya guru ataupun siswa dan masih banyak lagi. Ke depan, kalau memang ada, tentu tema bisa ditambah, direvisi, dll.

Pada kesempatan nanti, semoga SMP Islam Al-Atiq bisa kembali menunjukkan eksistensinya dan karyanya.

3 (Tiga) Jenis Beban Listrik: Resitif, Induktif, Kapasitif




Jenis beban listrik terbagi menjadi tiga kategori utama: resistif, induktif, dan kapasitif. Beban-beban ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal bagaimana mereka berinteraksi dengan arus dan tegangan dalam rangkaian listrik.

1. Beban Resistif (Resistive Load). Beban resistif adalah beban yang hanya menyerap daya aktif dan mengubah energi listrik menjadi panas. Contohnya termasuk lampu pijar, pemanas listrik, dan oven.Pada beban resistif, arus dan tegangan berada dalam fase yang sama, yang berarti puncak dan lembah arus dan tegangan terjadi pada waktu yang sama.

2. Beban Induktif (Inductive Load). Beban induktif adalah beban yang memiliki sifat induktansi, seperti motor listrik, trafo, dan kumparan.Beban induktif mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau medan magnetik.Pada beban induktif, arus cenderung tertinggal dari tegangan, sehingga terjadi pergeseran fase.

3. Beban Kapasitif (Capacitive Load).Beban kapasitif adalah beban yang memiliki sifat kapasitansi, seperti kapasitor dan kabel bawah tanah.Beban kapasitif menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.Pada beban kapasitif, arus cenderung mendahului tegangan, sehingga terjadi pergeseran fase yang berlawanan dengan beban induktif.


Penting untuk dicatat: 

  • Banyak peralatan listrik yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya merupakan kombinasi dari berbagai jenis beban. Misalnya, motor listrik pada kipas angin memiliki komponen resistif dan induktif.
  • Memahami jenis-jenis beban listrik penting untuk perancangan dan pemeliharaan sistem kelistrikan yang efisien dan aman

Puisi Ibu: Revisi 2024

 

anak-anakku sekalian, beradalah di depan ibun kalian masing-masing

lalu sisingkan baju lengan kalian

lalu lepaskan alas kaki ibunda kalian dengan hati-hati

pegang kaki ibunda kalian dengan penuh ketulusan

dan masukkan ke dalam air yang telah kalian siapkan

usaplah kaki merek dengan lembut dan penuh rasa ketakdiman

================================================

terima kasih ibu

ibu, sejuta terimakasih untukmu

atas kasih sayang yang engkau curahkan padaku

ibu, engkau adalah sosok yang tiada tara

yang sangat berjasa padaku

Pengorbananmu... / begitu banyak tak dapat tercerita

yang tak mampu ku ucap dengan sajak-sajak / yang tak mampu ku rangkai dengan kata-kata bijak

ibu, engkau adalah sosok yang selalu ada untukku

jasamu sungguh nian luar biasa dalam hidupku

engkau mengandungku / engkau melahirkanku / engkau menyusuiku / engkau menyuapiku

engkau membesarkanku / engkau mendidikku / 

engkau mengantarku ke sekolah

engkau menemaniku ke madrasah

engkau merapaliku dengan bismillah

hari ini / biarkan aku bersimpuh di depanmu ibu / membasuh kakimu yang penat karena memperjuangkanku

terimakasih untukmu

untuk lelah dan deritamu

untuk keringat dan perjuanganmu

untuk kuat dan kesabaranmu

untuk cinta, kasih dan sayangmu

maafkan aku ibu...atas salah dan khilafku

maafkan aku ibu...bila diriku belum bisa menjadi sosok yang membanggakan untukmu

maafkan aku ibu... / bila tiap hari aku mengakitimu dan membuatmu menangis

maafkan aku ibu... / bila telah membuat resah atas segala tingkah polahku yang salah

maafkan aku ibu.../ telah membuatmu marah ketika melihatku ogah saat engkau perintah

maafkan aku ibu... / membuat hatimu sedih gundah gulana

saat aku pergi bermain tanpa pamit sebelumnya dan membuatmu mencariku kemana-mana

Bismillhirrahmanirrahim

hari ini, 

terimalah maafku yang tulus

doakan aku menjadi anak soleh

doakan aku menjadi anak solehah

bisa berbakti kepadamu / bisa bermanfaat kepadamu / bisa berguna untuk dunia dan akhiratmu

membawamu, menemanimu, menununtunmu ke syurga / ke jannatun nai'm amin 3 x ya rabbal alamin //

allahummagh firli / dzunubi wa liwalidayya / warhamhuma / kama robbayani soghiro //

Sunday, July 9, 2023

Membuat Power Bank Tenaga Surya

 



Powerbank adalah perangkat supply energi tersimpan dalam baterai yang berfungsi untuk mencharge/ mengisi ulang handphone atau pertangkat DV 5 volt.

Powerbank bersifat portable alias mudah dipindah karena menggunakan baterai di dalamnya.

Umumnya power bank keninian menggunakan baterai lithium, baik li-ion ataupun li-polymer atau jenis baterai lainnya.

Ada juga PB yang menggunakan bateri 1,5 sebagai sumber energinya.

Baik, kali ini kita akan menggabungkan fungsi power bank dengan charger power bank menggunalan solar panel cell alias bertenaga baterai.

Secara ringkas, kita akan memakai PV singkatan dari Photovoltaik alias solar cell 1 WP saja, alias 1 watt peak. Bisa memakai yang versi 6v ataupun yang versi 5v. Untuk PV 1WP idealnya cukup dengan baterai 1000 mAH alias 1 AH.

Apa saja yang perlu disiapkan? Ini dia kawan!
Bahan
1. modul 3in1 modul power bank
2. baterai lithium 18650 1000 mAH, atau terserah
3. kabel 3 meter
4. dioda schottky (baca: dioda sotki)
5. Holder baterai, optional, bisa dieliminasi
Alat
1. Cutter
2. Solder

Cara: simak link video ini ya...

membuat power bank tenaga surya matahari dengan solar cell
merakit power bank tenaga surya matahari dengan solar cell
merancang power bank tenaga surya matahari dengan solar cell
membangun power bank tenaga surya matahari dengan solar cell
jual power bank tenaga surya matahari dengan solar cell
beli power bank tenaga surya matahari dengan solar cell

Saturday, June 3, 2023

Inverter Anda Trip? Hitung Resistensi Internal Aki Anda!


Apakah inverter Anda pernah trip sangat cepat sesudah dikasih beban? atau Apakah Anda pernah nyalain beban yang relatif ringan dengan status aki 12.6v tiba-tiba drop ke sekitar 12.4v? atau merasakan bahwa durasi beban kurang lama?

Mungkin ini jawabannya! Bahwa resistansi internal aki Anda sudah agak tinggi.Berikut cara memperkirakan nilai resistansi internal secara sederhana:
 
Rumus:
Beban dalam watt / aki voltase = amper
Voltase drop / amper = Ohm
 
Contoh Kasus:
Anda menyalakan beban 7 watt (watt real ya, jangan yang abal-abal) dengan kondisi aki sebelum diload  adalah 12.6v dan tiba-tiba tegangan aki langsung drop ke 12.4v, maka ada selisih voltase drop yaitu 0.2v maka kita hitung:
 
7w/12v= 0.58A
0.2v drop voltase / 0.58A = +/- 0.34Ohm 
 
Dengan resistansi internal (Ri) Anda bisa mengestimasi kesehatan Aki. Jika aki sudah agak soak Ri pasti sudah tinggi.

Jika Aki, setela disi penuh ke 100% SoC dan saat resting berjam-jam voltase tetap sama, ini tidak membuktikan apapun soal kesehatan aki tersebut. Dalam hal ini Ri lebih penting untuk memperkirakan kesehatan aki.

Dan faktanya, tanpa alat tester canapggih, yakni hanya dengan voltmeter, Anda bisa mengestimasi Ri.Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat.

Bisa Apa dengan Panel Surya 20Wp?


Harga panel surya 20Wp sudah turun tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.Contoh dengan 20Wp panel surya maka akan menghasilkan energi:
3 jam x 20w = 60Wh untuk estimasi cuaca buruk
4 jam x 20w = 80Wh untuk estimasi cuaca normal

Kita simulasikan untuk estimasi buruk saja ya!
Kita kurangi estimasi loss 60Wh x 75% = 45Wh.
45Wh mungkin tampak sedikit ya? Tapi kita bisa gunakan!

Contoh, kita hayalkan dalam penggunaan pada malam hari dengan beban Led DC.
  • Kamar mandi atau toilet                    : 2 jam x 5W = 10Wh
  • Kamar tidur                                      : 2 jam x 5W = 10Wh
  • Kamar tidur                                      : 2 jam x 3W = 6Wh
  • Dapur                                               : 3 jam x 5W= 15Wh
Totalnya adalah 41Wh, masih ada sisa 4Wh nih! Maka disini, kita butuh aki 14-20Ah saja.

Panel surya 20Wp tahun 2024 bisa dibeli mulai dari Rp 200.000,- dan aki kisaran Rp 400.00,-. Itu saja. Untuk lampu, dihitung sendiri ya!

Ayo, Bisa Kita Mulai dengan Panel Surya!

 

Bingung mau mulai bangun free energy dengan Panel Surya? Kita bisa hanya dengan 50WP.

Dengan sistem sederhana ini, banyak rumah bisa mencoba "gratis" pompa air dengan pompa air DC yakni saat matahari bersinar terik dan bnus juga bisa men-charge baterai untuk digunakan pada malam hari.

Beberapa saat lalu saya browsing di toko orange, harga-harga bahan untuk  investasi sistem DC, termasuk baterai dan pompa bisa cukup dengan budget di bawah Rp. 600.000,-
 
Dan Tambahin lagi 50Wp sistem Anda bisa menikmati minimal 4 jam TV led pada malam hari dan juga kipas angin plafon DC 6 jam+
Tambahin lagi 50Wp sistem Anda bisa nyalain lampu2 DC pada malam hari.
Tak butuh inverter PSW dan tak butuh sistem dengan kapasitas besar.
Apakah nyata atau fiksi yg tertulis diatas? 
 
tulisan ini belum selesai

panel surya adalah "current source"

 

Kenapa panel surya adalah "current source"?
Dengan contoh ini bisa di jelaskan:
12VDC 250watt "heating element" adalah "fixed resistor" di nilai 0.567Ohms.
Jika Anda sambung 250Wp panel, dengan VMP +/- 32v dan IMP +/- 8A , hasil saat top peak adalah: 8A x 8A x .567Ohms = 36watt.
Meski panel surya dinilai 250watt saat top peak, hasil case ini HANYA 36watt. 😕
Jika Anda sambung 3 x 125Wp panel di paralel , per panel VMP +/- 18v IMP 7.35A , hasil saat top peak: 22A x 22Ax .567Ohms = 274watt
Jika Anda gunakan stepdown power buck converter dengan 250Wp panel hasilnya bisa lebih tinggi daripada tanpa gunakan converter.
Hukum Ohm power = arus x arus x resistansi.
Semoga bermanfaat,

Anda Tidak Butuh Charge Controller (Kasus Spesial)

 

Baik, judul di atas mungkin bisa menyebabkan salah paham, miskonsepsi atau misleading. Oleh karena itu akan kami jelaskan di bawah ini.

Sebetulnya Anda tidak perlu charge controller untuk charge aki dengan 12v sistem tenaga surya.Dengan hanya menggunakan stepdown (buck) converter bisa juga, tanpa perlu fitur cut-off dan tanpa switch ke float mode dengan voltase lebih rendah JIKA AKI DIKURAS TIAP MALAM (dan ini kuncinya).

Anda "FloatCharge" dari pagi sampai matahari terbenam dengan satu voltase setinggi mungkin di bawah "gassing voltase" untuk lead acid>

Misalnya, kita bisa mensett stepdown ke tegangan:
* 14.5v untuk VRLA,
* 14.9v untuk FLA dan
* 3.9v per sel untuk lithium dan
* 3.6v per sel untuk Lifpo4 3.45v

lalu load beban langsung dari aki, tapi dengan syarat jika desain sistem Anda adalah dengan max 30% DoD, maka Anda tidak butuh Low voltage disconnect (LvD). LvD direkomendasikan jika Anda setiap hari menguras s aki sampai +/- 50% DoD.Namun perlu diingat, harus benar-benar dicalculasi ya!

Sekian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat!