Saturday, June 3, 2023

Inverter Anda Trip? Hitung Resistensi Internal Aki Anda!


Apakah inverter Anda pernah trip sangat cepat sesudah dikasih beban? atau Apakah Anda pernah nyalain beban yang relatif ringan dengan status aki 12.6v tiba-tiba drop ke sekitar 12.4v? atau merasakan bahwa durasi beban kurang lama?

Mungkin ini jawabannya! Bahwa resistansi internal aki Anda sudah agak tinggi.Berikut cara memperkirakan nilai resistansi internal secara sederhana:
 
Rumus:
Beban dalam watt / aki voltase = amper
Voltase drop / amper = Ohm
 
Contoh Kasus:
Anda menyalakan beban 7 watt (watt real ya, jangan yang abal-abal) dengan kondisi aki sebelum diload  adalah 12.6v dan tiba-tiba tegangan aki langsung drop ke 12.4v, maka ada selisih voltase drop yaitu 0.2v maka kita hitung:
 
7w/12v= 0.58A
0.2v drop voltase / 0.58A = +/- 0.34Ohm 
 
Dengan resistansi internal (Ri) Anda bisa mengestimasi kesehatan Aki. Jika aki sudah agak soak Ri pasti sudah tinggi.

Jika Aki, setela disi penuh ke 100% SoC dan saat resting berjam-jam voltase tetap sama, ini tidak membuktikan apapun soal kesehatan aki tersebut. Dalam hal ini Ri lebih penting untuk memperkirakan kesehatan aki.

Dan faktanya, tanpa alat tester canapggih, yakni hanya dengan voltmeter, Anda bisa mengestimasi Ri.Sekian, semoga tulisan ini bermanfaat.

Bisa Apa dengan Panel Surya 20Wp?


Harga panel surya 20Wp sudah turun tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.Contoh dengan 20Wp panel surya maka akan menghasilkan energi:
3 jam x 20w = 60Wh untuk estimasi cuaca buruk
4 jam x 20w = 80Wh untuk estimasi cuaca normal

Kita simulasikan untuk estimasi buruk saja ya!
Kita kurangi estimasi loss 60Wh x 75% = 45Wh.
45Wh mungkin tampak sedikit ya? Tapi kita bisa gunakan!

Contoh, kita hayalkan dalam penggunaan pada malam hari dengan beban Led DC.
  • Kamar mandi atau toilet                    : 2 jam x 5W = 10Wh
  • Kamar tidur                                      : 2 jam x 5W = 10Wh
  • Kamar tidur                                      : 2 jam x 3W = 6Wh
  • Dapur                                               : 3 jam x 5W= 15Wh
Totalnya adalah 41Wh, masih ada sisa 4Wh nih! Maka disini, kita butuh aki 14-20Ah saja.

Panel surya 20Wp tahun 2024 bisa dibeli mulai dari Rp 200.000,- dan aki kisaran Rp 400.00,-. Itu saja. Untuk lampu, dihitung sendiri ya!

Ayo, Bisa Kita Mulai dengan Panel Surya!

 

Bingung mau mulai bangun free energy dengan Panel Surya? Kita bisa hanya dengan 50WP.

Dengan sistem sederhana ini, banyak rumah bisa mencoba "gratis" pompa air dengan pompa air DC yakni saat matahari bersinar terik dan bnus juga bisa men-charge baterai untuk digunakan pada malam hari.

Beberapa saat lalu saya browsing di toko orange, harga-harga bahan untuk  investasi sistem DC, termasuk baterai dan pompa bisa cukup dengan budget di bawah Rp. 600.000,-
 
Dan Tambahin lagi 50Wp sistem Anda bisa menikmati minimal 4 jam TV led pada malam hari dan juga kipas angin plafon DC 6 jam+
Tambahin lagi 50Wp sistem Anda bisa nyalain lampu2 DC pada malam hari.
Tak butuh inverter PSW dan tak butuh sistem dengan kapasitas besar.
Apakah nyata atau fiksi yg tertulis diatas? 
 
tulisan ini belum selesai

panel surya adalah "current source"

 

Kenapa panel surya adalah "current source"?
Dengan contoh ini bisa di jelaskan:
12VDC 250watt "heating element" adalah "fixed resistor" di nilai 0.567Ohms.
Jika Anda sambung 250Wp panel, dengan VMP +/- 32v dan IMP +/- 8A , hasil saat top peak adalah: 8A x 8A x .567Ohms = 36watt.
Meski panel surya dinilai 250watt saat top peak, hasil case ini HANYA 36watt. 😕
Jika Anda sambung 3 x 125Wp panel di paralel , per panel VMP +/- 18v IMP 7.35A , hasil saat top peak: 22A x 22Ax .567Ohms = 274watt
Jika Anda gunakan stepdown power buck converter dengan 250Wp panel hasilnya bisa lebih tinggi daripada tanpa gunakan converter.
Hukum Ohm power = arus x arus x resistansi.
Semoga bermanfaat,

Anda Tidak Butuh Charge Controller (Kasus Spesial)

 

Baik, judul di atas mungkin bisa menyebabkan salah paham, miskonsepsi atau misleading. Oleh karena itu akan kami jelaskan di bawah ini.

Sebetulnya Anda tidak perlu charge controller untuk charge aki dengan 12v sistem tenaga surya.Dengan hanya menggunakan stepdown (buck) converter bisa juga, tanpa perlu fitur cut-off dan tanpa switch ke float mode dengan voltase lebih rendah JIKA AKI DIKURAS TIAP MALAM (dan ini kuncinya).

Anda "FloatCharge" dari pagi sampai matahari terbenam dengan satu voltase setinggi mungkin di bawah "gassing voltase" untuk lead acid>

Misalnya, kita bisa mensett stepdown ke tegangan:
* 14.5v untuk VRLA,
* 14.9v untuk FLA dan
* 3.9v per sel untuk lithium dan
* 3.6v per sel untuk Lifpo4 3.45v

lalu load beban langsung dari aki, tapi dengan syarat jika desain sistem Anda adalah dengan max 30% DoD, maka Anda tidak butuh Low voltage disconnect (LvD). LvD direkomendasikan jika Anda setiap hari menguras s aki sampai +/- 50% DoD.Namun perlu diingat, harus benar-benar dicalculasi ya!

Sekian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat!